• Random
  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything
  • Submit

Welcome to My Exosphere

#DigitalPR

image

Halo! Kenalkan namaku Inal, alumni @ikomUMM 08, konsentrasi PR. Kesempatan yg luarbiasa skali diizinkan berbagi dgn teman2 :) #DigitalPR

Skg aku bekerja di salahsatu agency yg bergerak di bidang #DigitalPR bernama Talk Link

Talk Link menghandel bbrp brand seperti Acer, Java Jazz, Ponds, Samsung, Opera Browser, Electrolux, dll #DigitalPR

Grup bisnis Talk Link menjadi the 1st & the Only 1 Certified Google Analytic Partner in Indonesia #DigitalPR

Maka dr itu Talk Link berkiblat lgsug pd Google.Inc yg suka menyenangkan karyawannya dgn fasilitas2 yg disediakan perusahaan :D #DigitalPR

Oke, kerja Talk Link sendiri 70% bergerak di #DigitalPR dan 30% Conventional PR

1. Knp #DigitalPR ? Karena skg bnyak sekali media baru yg lahir, menyebabkan trjadinya perubahan pola konsumsi media pd publik

2. PR engage the journalist, #DigitalPR engage the audience, because in digital everyone is a journalist

3. Dulu PR hnya sekedar mndstribusikan release2 dan diterbitkan oleh media cetak  #DigitalPR

4. Dulu PR hnya mengundang para reporter TV utk mengdakan peliputan seputar brand/perusahaan #DigitalPR

5. Dulu PR hnya mngadakn talkshow di bbrp stasiun radio #DigitalPR 

6. Dulu PR hanya menggelar pressconfrence utk memperoleh media coverage sebanyak-banyaknya #DigitalPR

7. Skg media landscape berubah membuat bbrp paradigma PR perlu dimodifikasi, seperti pd gambar berikut #DigitalPR

image

8. Yg akhirnya menyebabkan workflow PR menjadi lebih kompleks dr sebelumnya, lihat gambar #DigitalPR

image

9. Skill yg dimiliki PR pun tdk sebatas relationship development aja, tapi harus punya skill ini juga #DigitalPR 

image

10. Tp jgn khawatir, meskipun kompleks #DigitalPR pekerjaannya lebih menyenangkan drpd konvensional PR :D

11. Kamu yg rajin update status, suka kepo, sblum makan ada ritual foto2 makanan, punya byak akun socmed berarti kamu udah #DigitalPR banget

12. Namun setidaknya ada 3 hal yg perlu kamu perhatikan dalam #DigitalPR, lihat gambar 

image

13. Dalam ber-storytelling, #DigitalPR biasanya menggunakan salahsatu dari tiga cara berikut:
  • a) Direct experience, mmbuat audiens mrasakan lgsug kegunaan sebuah brand, contoh Google Glass Project; http://youtu.be/v1uyQZNg2vE #DigitalPR
  • b)  Inspiring, membangun cerita yg mampu membuat audiens terinspirasi, contoh Dove Real Beauty Sketch; http://youtu.be/vBRmEipP4-k #DigitalPR 
  • c) Emotional touch, menceritakan kisah yang membuat audiens merasa tersentuh, contoh CSR Lifebuoy; http://youtu.be/UF7oU_YSbBQ #DigitalPR
14. So, should we switch to digital? Tidak, jika publiknya adalah msyrakat suku asmat, digital akan sangat useless #DigitalPR
 
15. Tp pertimbangkan: saat ini hotnews di media konvensional berkiblat pada digital media #DigitalPR
 
16. Gangnam style menjadi sangat hype di online, sebelum akhirnya menjadi liputan hangat di TV  #DigitalPR
 
17. Sehingga audiens yg gak punya akses digital pun jadi tau ttg Gangnam Style #DigitalPR

18. Dunia PR itu luas banget, apalagi #DigitalPR, jd kalo kamu lulus jgn jadi customer service bank lagi dong

Begitulah isi dapur #DigitalPR yg aku dpt dr pengalamanku yg masih cetek ini :D

Yang mau liat review kultwit ttg #DigitalPR di lain waktu, bisa liat arsipnya di sini: http://bit.ly/YnoVxB

Atau bisa juga download sharingku ttg #DigitalPR dlm format PDF di sini: http://slidesha.re/10zWdpy

Terimakasih banyak admin @ikomUMM atas ksmpatan yg diberikan utk sharing ttg #DigitalPR dan teman2 yg antusias utk menyimak :D

Another way to be the best is being different :)

    • #Digital PR
    • #Kultwit
    • #Review
    • #IkomUMM
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 week ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

If Being Kind to Strangers Seems Crazy, Then Call Me Crazy

  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 4 months ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Passion can be run anything. When passion doesn’t exist, nothing can be run
Pop-upView Separately

Passion can be run anything. When passion doesn’t exist, nothing can be run

  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 4 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Pengamen Sang Penghibur Jalanan (Antara Tebet dan Kebayoran Baru)

Halo, sekitar sebulan lebih beraktivitas di Jakarta aku ngerasa udah cukup banyak hal yang aku dapatkan, bahkan sebelum resmi bekerja banyak pelajaran yang bisa diambil apalagi dari crowdednya jalanan Jakarta. Di sini kendraan yang dipakai untuk kemana-mana adalah bus, dan biasanya waktu paling bentar duduk di bus itu 30 menit. Pasti bosan duduk bengong berlama-lama di bus tanpa ngapa-ngapain selain ngasih duit dua ribu ke kondektur. 

Untung ada pengamen, ya emang sih ada beberapa pengamen yang nyebelin, tapi gak sedikit juga pengamen yang baik. Paling gak mereka bawa gitar dan menyanyi dari satu bus ke bus lainnya. Di tengah-tengah kebosanan di kopaja atau metromini, aku mesti ngapain lagi, akhirnya kerjaanku jadinya mengamati pengamen-pengamen yang nyanyi di bus yang aku tumpangi. 

Beruntung, aku bertemu dengan beberapa pengamen yang menurutku berkualitas. Tau sendiri waktu di Malang, pengamen-pengamen kebanyakan nyanyinya gak niat, asal-asalan. Yang dengerin juga keburu bosen jadinya cepet-cepet ngasih receh, eh pengamennya langsung pergi, lagunya gak diselesin dulu kek. Beda dengan yang di bus-bus Jakarta nih, mereka biasanya nyanyi dulu lagunya sampai habis, bahkan ada yang sampai lima lagu sekaligus, terus mereka mengedarkan kantong plastik ke penumpang. 

Yang bikin aku lebih salut, mereka ngamennya lebih ‘niat’ daripada para pengamen yang aku selalu temui di Malang. Makanya, ketika aku merasa penat dengan suasana bus yang penumpangnya berhimpitan, pengamen datang dengan sangat menghibur. Ada beberapa momen lucu yang aku amati dari tingkah pengamen-pengamen ini. Suatu ketika pernah ada seorang pengamen menyanyikan lagu Ebiet, aku lupa judulnya, serius dia nyanyinya keren banget, aku benar-benar terhibur. Masuklah pada lagu kedua, si Pengamen rupanya membawa lagu bahasa Inggris, kalo gak salah judulnya Hotel California dari Eagles. Suaranya sih bagus, tapi liriknya asal-asalan, pengucapannya juga masih gak fasih, ya gak apa lah, tapi pas ada bagian lirik lagu yang lupa, si pengamen tetap aja ngelanjutin nyanyiannya dengan cuek dan melantunkan lirik yang sesuai versinya sendiri. Aku senyum-senyum sendiri memperhatikannya, hehe…

Kadang aku merasa gak cukup penampilan pengamen yang menyanyikan lima lagu dihargai dengan uang receh 500 rupiah. Tapi meskipun begitu, pengamen-pengamen baik ini menerima dengan ikhlas, bahkan yang gak ngasih pun dibalasnya dengan senyuman. Yang paling valuable menurutku, setiap mau turun dari bus, si pengamen  selalu mendoakan penumpang bus agar selamat sampai tujuan, gak kemalingan, dan hal-hal baik lainnya. Tapi masih ada juga yang gak mau menyisihkan recehnya untuk si pengamen yang sudah menghibur dan mendoakan kita selama di bus. Nah aku jadi berpikir, fasilitas ini gak akan kita temui di transportasi mewah lainnya, hehehe…..

    • #Jakarta
    • #Indonesia
    • #Bus
    • #daily book
    • #Metro Mini
    • #Kopaja
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 5 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
PreviousNext

showslow:

Painted Photography by Josh Adamski

Josh Adamski is a photographer based in Tel Aviv, Israel. He digitally manipulates his photographs to look like wonderfully abstract paintings.

  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 5 months ago > showslow
  • 12398
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

First Impression: Strength and Weakness

Akhir-akhir ini aku suka mengamati beberapa kejadian di dunia maya, banyak fenomena-fenomena yang gak pernah terjadi sebelumnya, and it’s funny! Ada saja yang bikin orang jadi cepat terkenal di Youtube, gara-gara tingkahnya yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Aku gak ngomongin Sinta & Jojo ataupun Norman Kamaru, agak expired, hehe. Mari kita ngomongin trend yang lebih mendunia dan lebih ‘niat’ dalam menggarap karyanya, kayak Gangnam Style kali ya? Videonya di Youtube sudah dibanjiri jutaan viewers dan lagunya menjadi jawara di beberapa chart musik dunia. Padahal Psy (penyanyi lagu Gangnam Style) bukan artis Hollywood, dia adalah seorang Korea. Oke maklum, Korean wave everywhere. Tapi yang akan tidakkah kamu berpikir bahwa hal yang membuatnya menjadi booming adalah faktor first impression?

Kalo boleh saya berargumen bahwa Psy tampil di hadapan publik dengan kesan pertama yang sangat brillian. Cara ini sebenarnya sudah banyak dilakukan banyak orang, seperti Katy Perry yang awal kemunculannya tampil dengan lagu sensasionalnya I Kissed A Girl, kemudian ada Lady Gaga yang selalu berpenampilan nyentrik, LMFAO yang terkenal gara-gara shuffle dance-nya. Sekarang kemabli muncul di hadapan kita semua, Psy dengan Gangnam Style-nya. Satu kesamaan di antara mereka semuanya adalah mereka muncul dengan kesan pertama yang tidak mudah dilupakan oleh penontonnya.

Meskipun sama; tampil dengan kesan pertama yang tidak terlupakan, pada dasarnya mereka tetap bekerja keras, bagaimana penampilan mereka menjadi diingat terus dibenak audience. Dan aku akui mereka pada jago bikin kesan pertama yang oke, tapi apakah mereka bisa mempertahankannya pada kesan kedua, ketiga ataupun seterusnya? Memang ada yang bilang kesan pertama itu adalah penting, selanjutnya terserah anda, sejujurnya aku kurang setuju dengan pendapat ini? Sekarang gini deh, Katy Perry udah terkenal tapi lagu-lagunya apa masih sedemekian sensasional seperti lagu awalnya? Lady Gaga nyentrik, tapi sekarang udah ada Nicki Minaj? LMFAO, menurutku hanya bisa terkenal sampai di lagu Party Rock Anthem-nya, lagu lainnya biasa saja. Seperti ada penurunan, menurutku. Karena semua new comer (seperti Psy ini) berlomba-lomba untuk the best first impression.

Bakal diprediksi, hits-hits Psy lainnya gak bakal se-booming Gangnam Style. Kecuali dengan satu hal, dia harus bekerja dengan framework untuk memberikan the best first impression-nya pada lagu-lagunya selanjutnya. Ya, bahkan dia harus menganggap single pertamanya adalah kompetitornya bagi single keduanya. Jadi pada penampilan selanjutnya, Psy seharusnya bekerja lebih keras lagi untuk bisa tampil lebih baik dari penampilan pertamanya. Jangan pernah berpikir ketika kita sudah berhasil pada tahap pertama, maka akan mudah mengambil hati audience pada tahap-tahap selanjutnya, ingat kompetitor itu hukumnya kekal dan mereka selalu muncul dengan kesan pertama yang terbaik juga. Jadi jangan terlalu puas dengan first impression? Second impression, third impression, dan seterusnya harus dikerjakan dengan prinsip first impression.

    • #advertising
    • #communication
    • #marketing
    • #public relation
    • #Business
    • #entertainment
    • #music
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 8 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Sepotong sejarah Gorontalo Tercinta :)

plegmatissanguins:


Kekalahan Belanda oleh Jepang, pada Perang di Laut Jawa, membuatnya menjadi gelap mata. Gorontalo dibumi hanguskan yang dimulai pada tanggal 28 Desember 1941. Adalah seorang pemuda bernama Nani Wartabone (saat itu berumur 35 tahun) memimpin perjuangan rakyat Gorontalo dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo.

Bergerak dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, mereka bergerak mengepung kota Gorontalo. Hingga akhirnya Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah takluk pada pukul 5 subuh.

Dengan sebuah keyakinan yang tinggi, pada pukul 10 pagi Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Kantor Pos Gorontalo. Dan dihadapan massa yang berkumpul, ia berkata :

“Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Selanjutnya Nani Wartabone mengumpulkan rakyat dalam sebuah rapat akbar (layaknya peristiwa lapangan Ikada) di Tanah Lapang Besar Gorontalo untuk menegaskan kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan.

Namun sayangnya ketika Jepang mendarat di Gorontalo, 26 Februari 1942, Jepang melarang pengibaran bendera Merah Putih dan memaksa rakyat Gorontalo untuk takluk tanpas syarat kepada Jepang.

Kisah Nani Wartabone terlalu panjang untuk diungkapan, walau ia di masa Jepang mengalami patah semangat ketika Jepang tak mau diajak berkompromi hingga akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Suwawa dan hidup sebagai petani.

Saat kekalahan Jepang oleh Sekutu, Jepang bersikap lain. Sang Saka Merah Putih diijinkan berkibar di Gorontalo dan Jepang menyerahkan pemerintahan Gorontalo kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sementara rakyat Gorontalo baru mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1945.

Nani Wartabone memimpin Gorontalo untuk masa-masa kelam berikutnya, menghadapi pasukan Belanda yang membonceng Sekutu. Dalam sebuah perundingan di sebuah kapal perang sekutu pada tanggal 30 November 1945, Belanda menangkap dan menawannya. Ia dibawa ke Manado dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942 yaitu Proklamasi yang dibacakannya.

Namun di waktu yang berjalan, kekalahan sekutu mengubah nasibnya kelak. Ia kembali ke Gorontalo pada tanggal 2 Februari 1950. Nani Wartabone pada tanggal 6 April 1950 menolak RIS dan memilih bergabung dengan NKRI. Untuk beberapa waktu ia dipercaya sebagai kepala pemerintahan di Gorontalo, hingga Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selanjutnya ia memilih untuk kembali tinggal dan bertani di desanya di Suwawa.

Tapi itu juga tak berlangsung lama. Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Ia terpanggil kembali untuk melawan. Namun perlawanan tak seimbang, karena pasukan Nani Wartabone kekurangan persenjataan, hingga mereka memilih untuk bergerilya di dalam hutan, sekedar menghindar dari sergapan tentara PRRI/PERMESTA.

Pada bulan Ramadhan 1958 datanglah bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Bersama pasukan-pasukan dari pusat inilah mereka berhasil merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.


    • #Gorontalo
    • #History
    • #Indonesia
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 9 months ago > plegmatissanguins
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Di Balik Perayaan Ulang Tahun

egopena:

Berapa banyak dari kita yang menerima kado saat ulang tahun ?

Berapa banyak dari kita yang berharap mendapatkan surprise dari seseorang di hari ulang tahunnya ?

Sebenarnya untuk siapa kita merayakan ulang tahun ?

Sebenarnya untuk siapa kita meniup lilin dan melayangkan do’a kepada Tuhan di hari ulang tahun ?

Begini……

Dulu, beberapa jam sebelum kita dilahirkan dan menyapa dunia, siapakah gerangan yang mempertaruhkan hidup matinya untuk “membantu” kita menghirup oksigen untuk pertama kali ?

Ibu….

Ibu kitalah yang berjuang mati-matian di hari pertama kita, di hari yang kita jadikan sebagai “hari ulang tahun”. Lalu, apa sebenarnya makna di balik ulang tahun yang kita rayakan selama ini ?

Seharusnya, yang menerima kado ulang tahun adalah seseorang yang kita sebut Ibu / Mama / Bunda / Emak / Mami / dan sebutan lainnya untuk beliau yang telah melahirkan kita.

Beliaulah yang sepantasnya menerima surprise di hari spesial itu. Perjuangan beliaulah yang seharusnya kita rayakan. Do’a ungkapan syukur kepada Tuhan untuk beliaulah yang seharusnya dipanjatkan.

…..

Bagi yang berulang tahun, entah besok, lusa, minggu depan dan seterusnya. Rayakanlah ulang tahunmu untuk wanita terhebat di samping kalian selama ini. Beliaulah yang berulang tahun, bukan kita sebagai anak….

…..

Terima kasih Ma, terima kasih sudah melahirkanku, berjuang untukku, menggantungkan nasib di antara hidup dan mati untukku.

Tanpamu tak ada yang menulis tulisan ini

Tanpamu tak ada yang membaca tulisan ini

Tanpamu tak ada yang nge’like dan nge’reblog tulisan ini.

…..

Terima kasih Ma, selamat ulang tahun bagi yang merayakan…. :)

  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 9 months ago > egopena
  • 12
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Some say
Pop-upView Separately

Some say

  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 10 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Content is larger than the tools, its what’s inside those tools that matter
Joe Pulizzi
    • #quotes
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Dwarf Cock (Taken with instagram)
Pop-upView Separately

Dwarf Cock (Taken with instagram)

  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Anyone, have pinterest account? Would you invite me? :D
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Skripsi adalah sesuatu yang harus dikerjakan, bukan untuk dibicarakan
Anonim
    • #quote
    • #college
    • #education
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Journey to Kediri Bertutur (Part 1)

Belum lama melakukan perjalanan ke Blitar, kali ini aku bersama teman-teman yang anonim diberikan kesempatan untuk mengunjungi Kediri. Adalah Mustiawan yang selama di jalan selalu sok tahu tapi gayanya meyakinkan seolah-olah mengerti lokasi-lokasi di Kediri, Teguh yang selalu setia duduk di kursi belakang mobil sambil baca buku tentang Kediri atau melirik cewek yang ada di jalanan, Harris yang mempertanyakan kata ‘kuntul’ di salah satu lagu Jawa, Aping yang menjadi supir setia karena satu-satunya yang bisa nyetir mobil tapi didiskriminasi sama teman-teman, Debe yang pernah tinggal di Kediri tapi lupa jalan di Kediri, Diah yang masih tetap pede meskipun cewek sendirian di tengah-tengah para lelaki jalang (eh maksudnya lajang), dan aku yang benci durian.

Kami sepakat berangkat jam 1pm udah siap dan langsung berangkat, tapi bahan baku jam kita semua terbuat dari karet. Hingga akhirnya kita berangkat jam 2pm, menggunakan mobil espas merah milik bapaknya Diah. Semua jenis mode silent di non-aktifkan, dan mobil menjadi sangat crowded. Parahnya mereka sempat singgah untuk makan durian, dan bela-belain buat diupload fotonya di facebook dan ditag ke bu Ana. Hanya karena membuat bu Ana envy aja, hehehe dasar anak-anak yang tidak berbakti pada dosennya.

Tiba di hotel merdeka, Kediri sekitar pukul 5.30pm, kami langsung disambut mbak Kandi yang sudah duduk manis di serambi hotel. Rasa capek yang kami rasakan lenyap seketika, kami semua terhanyut dalam diskusi asyik, seru, menyenangkan, bersama mbak Kandi. Diskusi yang mengalir begitu saja, bermula dari perkenalan, tanpa disadari sudah mulai membahas kegiatan Kediri Bertutur, dan akhirnya merembes tentang PR, advertising, budaya, prinsip hidup, pengalaman, yang jauh di luar konteks, tapi never mind lah.

Tanpa Diah kami berjalan-jalan keliling kota Kediri. Di sinilah Debe diandalkan sebagai navigasi, tapi karena Debe lupa-lupa ingat jadilah Mustiawan yang mengambil alih, padahal dia juga gak ngerti, benar-benar calon pemimpin hebat. Setelah berputar-putar kota Kediri karena nyasar, akhirnya kami bisa puas mencicipi nasi goreng arang dan terang bulan kering, khas Kediri. Sangat menyenangkan.

Kami menginap di sebuah sebuah hotel yang bernama ‘teratai’, di dalamnya terdapat banyak sekali kamar mandi, di sini kami bagaikan setan yang dibacakan ayat kursi, kami semua kepanasan. Untung saja kamar mandinya banyak. Tapi itu bukan masalah, karena kami bersama-sama. Hiburan kami saat itu adalah televisi, kami menyaksikan tayangan audisi Indonesian Idol sabil ngantri mandi (aneh, padahal kamar mandinya banyak). Akhirnya kami tidur dengan kondisi sudah segar dan bermimpi basah, basah karena keringat, saking panasnya.

    • #daily book
    • #kediri bertutur
    • #indonesia
    • #travelling
    • #holiday
    • #Campus Side Story
    • #indonesia
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
What under the train, Blitar
Pop-upView Separately

What under the train, Blitar

    • #picture
    • #polaroid
    • #travelling
    • #holiday
  • inalmuhammad Avatar Posted by inalmuhammad
  • 1 year ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 11
← Newer • Older →

Logo

About

Passion with public relation, creative communication, strategic thinking, and all collaboration of those things. It is all about how to make the best output in the different way.

My Social Media Accounts

  • @inal91 on Twitter
  • Facebook Profile
  • inalmuhammad on Pinterest
  • inal-muhammad on Soundcloud
  • inal91 on Foursquare
  • Linkedin Profile

Follow My Twitter

Follow My Instagram

loading tweets…

loading photos…

Following

  • shafirain
  • strle
  • jaymug
  • photojojo
  • cthrin
  • instagram
  • staff
  • helloyoucreatives
  • rickwebb
  • ardi-nugroho
  • mashable
  • stepa
  • sillylifesongs
  • obsesikuobesitas
  • affafni
  • syahjojo
  • ceritarindu
  • londonlife
  • jeremydwill
  • ganjarrahayu
  • themegiraffe
  • condroguritno
  • theinfluenceof
  • sepotongsenjauntuklaut
  • kiagusyasin
  • superkiev
  • tumblr-indonesia
  • theadventuresofadgirl
  • eskalator
  • tumblrmalang
  • mariaanastasia
  • nuruull
  • myprivatedump
  • danangprianggoro
  • maggjazz
  • lanndutdanmusik
  • welovesugar
  • pekankomunikasi2011

I Dig These Posts

  • Photoset via photojojo

    By day, Tel Aviv based photographer Dmitriy Yoav Reinshtein works as an advertising photographer and professional retoucher. But on the side, he’s...

    Photoset via photojojo
  • Photoset via photojojo

    Spring has finally rolled around, which means the cherry blossoms are in full bloom. To celebrate, take a look at these dreamlike images shot by ...

    Photoset via photojojo
  • Photoset via photojojo

    On a casual visit to the city of Hong Kong, Romain Jacquet-Lagrèze became enamored with the sheer size of some of the city’s skyscrapers. Since...

    Photoset via photojojo
  • Photoset via instagram
    The Week on Instagram | 77

    News

    • Instagram Blog: Introducing Photos of You
    • The Next Web: An inside look at Instagram’s brand new...
    Photoset via instagram
See more →
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Submit
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union