Inal Muhammad

A boy, never stop for asking everything, curious, high imagination, doesn't really mature yet, eatholic, topknot, notional, comical.

Just like music without singing it well, I hate football, can't drive motorcycle, I like horse, brown, ice cream, milk, vanilla, The Corrs, Owl City, Beyonce, Allstar Weekend, Ingrid Michaelson.

Freak with communication strategy, advertising, and public relation. Because communication not only process, it is an art.
Recent Tweets @inal91
Posts I Like
Who I Follow
Content is larger than the tools, its what’s inside those tools that matter
Joe Pulizzi

Dwarf Cock (Taken with instagram)

Anyone, have pinterest account? Would you invite me? :D
Skripsi adalah sesuatu yang harus dikerjakan, bukan untuk dibicarakan
Anonim

Belum lama melakukan perjalanan ke Blitar, kali ini aku bersama teman-teman yang anonim diberikan kesempatan untuk mengunjungi Kediri. Adalah Mustiawan yang selama di jalan selalu sok tahu tapi gayanya meyakinkan seolah-olah mengerti lokasi-lokasi di Kediri, Teguh yang selalu setia duduk di kursi belakang mobil sambil baca buku tentang Kediri atau melirik cewek yang ada di jalanan, Harris yang mempertanyakan kata ‘kuntul’ di salah satu lagu Jawa, Aping yang menjadi supir setia karena satu-satunya yang bisa nyetir mobil tapi didiskriminasi sama teman-teman, Debe yang pernah tinggal di Kediri tapi lupa jalan di Kediri, Diah yang masih tetap pede meskipun cewek sendirian di tengah-tengah para lelaki jalang (eh maksudnya lajang), dan aku yang benci durian.

Kami sepakat berangkat jam 1pm udah siap dan langsung berangkat, tapi bahan baku jam kita semua terbuat dari karet. Hingga akhirnya kita berangkat jam 2pm, menggunakan mobil espas merah milik bapaknya Diah. Semua jenis mode silent di non-aktifkan, dan mobil menjadi sangat crowded. Parahnya mereka sempat singgah untuk makan durian, dan bela-belain buat diupload fotonya di facebook dan ditag ke bu Ana. Hanya karena membuat bu Ana envy aja, hehehe dasar anak-anak yang tidak berbakti pada dosennya.

Tiba di hotel merdeka, Kediri sekitar pukul 5.30pm, kami langsung disambut mbak Kandi yang sudah duduk manis di serambi hotel. Rasa capek yang kami rasakan lenyap seketika, kami semua terhanyut dalam diskusi asyik, seru, menyenangkan, bersama mbak Kandi. Diskusi yang mengalir begitu saja, bermula dari perkenalan, tanpa disadari sudah mulai membahas kegiatan Kediri Bertutur, dan akhirnya merembes tentang PR, advertising, budaya, prinsip hidup, pengalaman, yang jauh di luar konteks, tapi never mind lah.

Tanpa Diah kami berjalan-jalan keliling kota Kediri. Di sinilah Debe diandalkan sebagai navigasi, tapi karena Debe lupa-lupa ingat jadilah Mustiawan yang mengambil alih, padahal dia juga gak ngerti, benar-benar calon pemimpin hebat. Setelah berputar-putar kota Kediri karena nyasar, akhirnya kami bisa puas mencicipi nasi goreng arang dan terang bulan kering, khas Kediri. Sangat menyenangkan.

Kami menginap di sebuah sebuah hotel yang bernama ‘teratai’, di dalamnya terdapat banyak sekali kamar mandi, di sini kami bagaikan setan yang dibacakan ayat kursi, kami semua kepanasan. Untung saja kamar mandinya banyak. Tapi itu bukan masalah, karena kami bersama-sama. Hiburan kami saat itu adalah televisi, kami menyaksikan tayangan audisi Indonesian Idol sabil ngantri mandi (aneh, padahal kamar mandinya banyak). Akhirnya kami tidur dengan kondisi sudah segar dan bermimpi basah, basah karena keringat, saking panasnya.

What under the train, Blitar

Perahu mainan, goa Selomangleng, Kediri

Sejak awal semester hingga semester basi seperti sekarang, aku bertemu dengan berbagai macam teman. Mereka semua lucu dan unik dengan cara mereka sendiri. Tapi ada beberapa teman perempuan yang cukup dekat denganku, dan beberapa di antara mereka memiliki postur badan yang melebihi standar. Tapi, tahukah kamu? Meskipun gemuk, mereka tetap cantik, karena menurutku tidak ada relevansi antara kecantikan dengan berat badan (kata bu Arum juga). Kedua, mereka memang cantik, cantik luar dalam. Relatif sih, tapi pendapatku kadang absolute (hahah).

1. Hilma


Ini temen deketku sejak semester awal, kita sekelas. Tapi sekarang gak lagi, karena kita beda konsentrasi. Yang bikin dia manis karena dia ada tahi lalat di kanan atas bibirnya, itu lucu sekali. Parasnya, menurutku agak kearab-araban, dan pilihannya dalam berpakaian selalu pas. Menurutku kombinasi baju, jilbab, celana, match dengan badannya (berasa kayak stylist aje). Banyak yang bilang kalo Hilma langsing pasti akan lebih cantik, tapi sekarang udah cantik kok. Buktinya udah dapat pacar. Kata Firda, soul matenya, hatinya Hilma itu seputih salju, karena Hilma gak pernah kelihatan emosi dan marah. Bener juga, selama aku kuliah dan berteman dengan dia aku gak pernah lihat Hilma marah-marah, paling mentok ya nangis kalo emosinya udah gak bias ditahan. Heheh

2. Pipit


Yang satu ini, selalu aku panggil mami, sejarahnya panjang. Ini cewek gayanya gokil abis, suka niru-niru gaya Syahrini kalo lagi karaoke, bayar tiket masuk ke kolam renang tapi gak ikut renang, paling hafal koreografinya 7icon di lagu Play Boy. Aku setuju kamu pacaran sama Dipta pit, dan aku juga setuju sama mamamu, yang bilang kalo Dipta adalah pacar yang paling ganteng yang pernah kamu miliki. Dan dia cocok sama kamu, karena kamu cantik nan chubby. Gemes deh! Rumahnya selalu jadi tempat transit aku, Harris, dan Debe kalau lagi mati gaya. Meskipun gemuk, emak pecinta Hamster ini paling jago deh kalo bergaya. Liat aja foto-fotonya di facebook, gak pernah mati gaya, good looking semua.

3. Diah


Cewek ini pernah ngaku kalo sebenarnya dia itu gak gemuk, tapi pura-pura gemuk (bayangkan ada gak orang pura-pura gemuk). Dia juga bilang kalo sesuatu yang melilit badannya itu sebenarnya bukan lemak, tapi parasit anakonda yang muncul setelah kakinya patah dan gak bisa jalan selama beberapa bulan waktu SMA dulu.  Cowok-cowok di sekitarnya selalu terpesona dengan Diah, karena Diah selalu tampil seksi (baca:sekseh!) walaupun pake jilbab. Matanya selalu berbicara lebih banyak daripada mulutnya sendiri (kata guru SMAnya), dan telunjuknya kadang-kadang pindah ke lidahnya. Kalo dia mudik ke Blitar, pasti semua cowok nanyain Diah. Kemungkinannya dua, kangen sama Diah atau kangen sama oleh-olehnya.

4. Mbak Rindu


 Si eneng, angkatan 2006 asal Sukabumi ini kalo lagi marah pasti keluar bahasa Sundanya. Kalo bercerita dengan neng ini gak ada habisnya, semestinya harus menyediakan waktu sehari buat mbak Rindu, ada aja yang diceritain. Waktu dia masih di Malang, aku suka nongkrong di kosnya karena ada TV kabel, bisa nonton Glee atau channel music seharian juga. Karena mbak Rindu lah aku jadi tau nasi goreng Aceh, nasi kucing, ceker ayam, roti bakar, atau tempat-tempat kuliner enak lainnya yang ada di Malang. Dia pernah cerita kalo ada ibu-ibu di bus kopaja mempersilahkan dia duduk di kursi duluan karena ibu-ibu itu mengira si mbak Rindu hamil, padahal isinya bukan janin tapi….

5. Bu Arum


 Sebenarnya dia bukan temenku secara langsung, dia adalah dosen. Tapi kita sering nongkrong bareng kalo lagi gak di kampus, topeng ‘dosen’nya diumpetin. Maaf ya bu, aku bilang bu Arum termasuk one of the big girl around, karena sebenarnya dia sendiri pernah ngaku di bio twitternya kalo dia itu bubbling (menggelembung), tapi kayaknya sekarang bionya udah diganti ya. Bu Arum adalah teman diskusi intelek yang enak, debat kusir yang berkepanjangan, teman yang selalu bawa pom-pom kalo kita lagi ikut lomba PR ato lomba iklan. Yang paling penting bu Arum adalah teman yang bisa diandalkan memberikan berita (baca:gosip) teraktual tentang skandal pemerintahan dunia perkomunikasian di negara Universitas Muhammadiyah Malang.

                         

Bacanya bukan eks, tapi esk. Akhir-akhir ini aku lebih suka menyebut nama Eskalator dengan sebutan The Esk. Lebih keren aja, juga lebih simpel diucapkan dan didengar. Berharap ini bukan sebuah bekas (eks/ex) perkumpulan, karena di sini lah aku bisa mendorong diriku sendiri untuk berkembang. Bisa bahu membahu bersama teman-teman lain yang sama-sama prematur menjadi kuat untuk berdiri. Tempat aku bisa merasakan senyum manis yang bahagia, namun turut merasakan sedih dan tangisan air mata. 

Yah mungkin terlalu melankolis yah, tapi semua rasa ada di perkumpulan ini, yang sekarang aku lebih suka menyebutnya dengan sebutan Esk. Kalian tahu ketika para bocah-bocah ini masih culun dan lugu. Nekat merayu ibu Frida untuk mendapatkan kucuran dana agar bisa berangkat ke kontes PR di Solo. Gak sia-sia kelompoknya Debe dan Mbak Amel juara tiga, mengalahkan Unpad yang mengutus banyak tim saat itu. Kelompokku dan Cilla lupa dapat peringkat berapa. 

Hingga akhirnya tim kami masuk jadi berita di buletin Kronik. Hingga dari situ, Debe, Cilla, Mbak Amel dan aku terdorong untuk membuat organisasi, officially. Organisasi yang mengalir begitu saja tanpa konsep yang muluk-muluk, memilih beberapa teman saja agar masuk ke dalam organisasi absurd ini. Karena absurd lah maka kita bisa berkarya bebas, karena tidak ada batasan yang jelas untuk ranah kita harus berkarya. 

Siapa menyangka personil komunitas santai ini adalah seorang jurnalis, seorang wirausaha, seorang basis, seorang pemain basket, seorang model, seorang desain grafis, seorang debater, seorang anak rumahan, dan seorang yang pendiam. Kita semacam mencari kelompok bermain yang dimanfaatkan untuk senang-senang saja. Hingga pada akhirnya konflik kecil muncul saat bentroknya event tahun baru dengan event tugas akhir kelas. Hingga akhirnya Ariel menganalogikan kita dengan kelompok musik di serial film Glee.

Akhirnya sikap kekeluargaan semakin erat ketika kami melakukan perjalanan ke Jakarta, untuk mengikuti kompetisi PR di UI. Tapi kami menganggap ini liburan yang harus dihabiskan dengan senang-senang, mungkin itu yang menyebabkan tim kami gagal masuk ke babak final. Padahal seluruh tim dari kampus putih lolos seleksi semua. Saat itu kami ketambahan tiga adik tingkat yang memiliki passion juga. 

We are happy, we are warm, we are family, sampai akhirnya tiba pada sebuah perayan event akbar milik jurusan Komunikasi UMM. Kami menjadi panitia inti. Acara ini semestinya dirayakan dengan penuh suka cita, tapi semua dilewati dengan penuh ketegangan, amarah, air mata, kepura-puraan di hadapan publik, hutang-hutang yang entah sudah diikhlaskan atau tidak. 

Setelah liburan semester, ketika semua personil kembali ke Malang, tidak ada lagi yang namanya family. Beberapa dari kami benar-benar tidak berhubungan, ada yang kesannya berkhianat, ada juga yang menghindar karena terlalu perih mengingat konflik akbar di event akbar itu. Seolah-olah event akbar itu merupakan perayaan untuk pembubaran perkumpulan kita ini. 

Semua, bahkan aku, terkesan lupa akan betapa bermaknanya komunitas ini. Bukankah karena Esk, Lala dan Pipit yang pemalu jadi berani vokal di kelas, Harris yang pendiam mampu mengutarakan pendapatnya ketika kuliah berlangsung, Debe jadi lebih percaya diri mengcounter opini-opini Ata, Mustiawan, Rudi, Kohar, atau orang-orang yang memang sudah pintar-pintar sejak awal, Cilla bisa jadi account executive menurutku tidak terlepas dari proses belajar kita bersama di Esk, hehehe. Nena mampu mengkolaborasikan kegemarannya antara PR dan jurnalistik, menurutku sih, hehehe. Sedangkan aku sendiri? Apa ya? Ah lupakan, tidak terlalu penting, hehehe. 

Progres-progres ini bukannya kita peroleh dari kelompok absurd kita ini, kelompok geje yang sempat dikatain orang eksklusif, tapi aku percaya ini adalah kelompok pendobrak, sang breakthrough yang memberikan warna yang berbeda di kampus putih. 

Sekali lagi, sekarang aku lebih suka menyebutnya Esk dari pada Eskalator, hehehe. 

phdenissingh:

Probably the Most Used marketing technique in last 3 years .. The question is ..Does it really work??? .you have open a business account on facebook…twitter and what not….spend few bucks on advertising …got some followers…..but nothing accountable happen..Wondering what went wrong???
Here are the few areas where most Social media campaign went wrong.
1) Trying too hard to SELL  : Social media is all about making relation..and Gaining trust …Not forcing them to Buy.
2) Lack of interaction : 3 update per day at the starting phase….2 ….1……than finally ONCE in a week. .you cant expect your target audience to have your company at the top of their mind when you show up once in a week..
3) Unrelated topics: 4 post a day…and one of them is your company weekend barbecue party… well nobody is really interested in your personal life..
4) Lack of strategic engagement : Putting up status..blog ..and quiz doenst mean you are doing it right… are those post related to your product ..are they informative …are they something the you target audience wanna know??
5) No strategic plan: Most of your post and update are like AT the MOMENT kinda .no prior planning of what will come next..what will be the end point…what you wanna achieve from it.

6) Lack of humane feeling: you make business page act like a company… . social media is about bringing human feeling to business..communicate ..interact..bring lil bit of humor and fun ..
E.g. Wishes your follower in their mother tongues….you have facebook insight and google to help you out .
7) Focus only on one social medium: Open your laptop..there are hundreds of social media ..sharing and networking sites popping up every week try to leverage you updates and content through them .
8) Self promoting: try to promote other people too..not your competitor …but product that are related to your product.. they will also promote your product hence better exposure remember and good relationship in the industry .. remember SYNERGY

E.g Child book writer can promote child care product or child care school.


I like write more ..but since this is my first personal blog on social media..i don’t like to blabber out too much .…

Have a nice weekend

Until next time..

My First Amateur Levitation Pics:

Location : Nowhere beach at Blitar

otakatik:

apa yang saya pikirkan sekarang sedang tak menentu, begitu juga dengan apa yang saya mau tulis dalam cerita kali ini. Teringat beberapa bulan lalu tinggal di ibukota, jalan-jalan, makan, nonton, nongkrong dengan ke 3 kawan saya.hmm..

entah kenapa saya merasakan hal yang berbeda ketika kami pergi bersama, Inal yang sibuk dengan download lagu-lagu baru, Haris yang sibuk baca buku barunya dari om Ridwan ( thanks om Ridwan ) , Dila yang sibuk nyari hiburan dan saya sendiri sibuk melihat mereka sibuk. Banyak cerita yang sebenernya bisa saya bagikan pada kalian semua, suka duka,tawa canda dan masih banyak lagi.

Hari -hari kami ber empat dihabis kan di kantor sebagai anak magang yang berbeda-beda kantor, dan hanya akhir pekan kita bisa kumpul dan hang out bareng. Tiap akhir pekan kami berkumpul bersama dan coba tebak apa yang terucap pertama kali ketika kami ber empat ketemu,kata pertama yang keluar dari mulut kami adalah candaan ” lu lagi „lu lagi.. ” di selingi dengan tawa, oiya satu lagi yang sering kami ucapkan ketika berkumpul, ” mau pergi kemana kita kali ini ” *dengan sok sok an gaya borjuis, hahahaaa…hal hal seperti ini yang membuat saya rindu jakarta, membuat saya rindu kos Barakah, di mana saya inal haris tinggal bersama.

Sebagai anak daerah yang sebelumnya hanya melihat Jakarta dari layar kaca, saat berkesempatan tinggal untuk beberapa bulan disana, saya baru mengerti kenapa setiap akhir pekan banyak warga jakarta yang berbondong pergi berlibur entah itu ke puncak,Bandung dan kota sekitar jakarta,ternyata akhir pekan adalah sesuatu yang spesial bagi penduduk jakarta, tak kecuali kami ber empat yang baru sejenak merasakan tinggal di kota itu. Saat akhir pekan lah kita benar-benar bisa berkumpul dan menghabisakan waktu ber empat untuk melepas penat rutinitas kantor, antri busway, metromini, sopir angkot yang ugal-ugalan, berdesakan di metromini, kami rasakan bersama.

i will missing you

*salam tawa

^_^

100% Indonesia, by LakonAnimasi

Another Jetlag in Chinese version, Simple Plan feat Kelly Chang. What else?

Akibat dari ulah dua adik sepupuku yang kurang kerjaan, lahirlah dua bakat yang menurutku gak jelek untuk seumuran mereka; fotografer dan model.

Pictures by: Rizky (3 SMP)

Model: Anisa (6 SD)

Location: Halaman Rumah