Pria Itu Penuh Keceriaan

Mengingat Opa, membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Karena Opa adalah sosok yang ceria, menurut saya. Tidak pernah saya melihat Opa sedih, marah, atau pun penuh emosi yang meluap-luap. Kalaupun marah pada akhirnya akan tertawa juga, seolah-olah dia menertawakan kemarahannya yang barusan dia lakukan. Tapi sekarang, mungkin untuk tersenyum menjadi sangat berat, mengingat Opa kini membuat saya sedih, karena saya tidak bisa melihatnya tersenyum penuh arti, ataupun mendengar panggilan ‘sayang’ khasnya kepada para cucu. 
 
Opa tidak kalah inspiratif dari Oma. Opa sangat rajin membaca, hampir tiap hari banyak koran-koran yang bertumpuk di tempat tidurnya, yang dibacanya hinga dia tertidur. Kadang Oma suka mengomel kalau pagi-pagi di tempat tidur banyak koran-koran kusut berserakan di tempat tidur. Opa juga suka membeli buku-buku yang menurut orang lain tidak ada gunanya, tapi semua buku itu dibaca tuntas sama Opa. Juga ketika Opa membeli buku catatan kecil berulang-ulang kali dan ditulis dengan hal-hal yang tidak dimengerti, di situ saya paham Opa selalu mencatat informasi dan pengetahuan baru yang menurut Opa itu penting dan akan bermanfaat suatu saat nanti. Kadang juga saya heran melihat Opa suka berbicara sendiri mengenai penjajahan Belanda, invasi Jepang, atau topik-topik berat lainnya, belakangan saya mengerti rupanya itu adalah cara Opa untuk membuat informasi dan pengetahuan yang dia miliki tidak mudah dilupakan dan terus diingat. 
 
Tidak heran, jika Opa selalu ingat segala sesuatu yang pernah dia alami selama hidupnya sejak dia masih muda, dan juga tidak pernah lupa tentang informasi dan pengetahuan yang dilihat, dibaca, ataupun didengar. Waktu saya masih SD, saya menganggap Opa adalah orang yang paling pintar, mengalahkan guru-guru saya yang di sekolah.
 
Saya juga menyukai sifat Opa yang berani, tidak malu untuk melakukan sesuatu yang dia inginkan meskipun hal tersebut dianggap tidak lazim oleh orang lain. Saya senang mendapatkan kesempatan menemani Opa setiap saat berbelanja di supermarket, selain membantu Opa membawa barang-barangnya, saya suka menyelipkan dua buah cokelat, atau dua bungkus snack Chiki di belanjaan itu. Mengapa selalu menyelipkan dua cemilan yang sama? Satunya untuk saya makan sendiri, satunya lagi untuk adik saya. 
 
Ketika tiba di rumah dengan banyaknya barang belanjaan, Ibu saya pasti senang karena tidak perlu belanja bulanan lagi, Om Walid senang karena kebagian rokok, dan Oma yang akan mengomel karena Opa selalu boros. Tapi kadang-kadang Oma diam-diam menyimpan snack-snack belanjaan Opa untuk dimakan sewaktu-waktu. Menurut saya momen itu lucu sekali. 
 
Terimakasih Opa, telah membuat masa kecil saya penuh warna :)

Home, I’m Gonna Miss You

Banyak cerita-cerita seru yang terjadi selama di Gorontalo, suasananya sungguh sangatlah hangat. Atmosfer yang akan selalu ku rindukan selama aku berada di kampung orang. Tak terasa hari ini adalah hari kembali-ku ke tanah penafkahan di ibukota. Akan ku tutup kembali lembar-lembar kenangan indah ini untuk ku buka lagi di tahun depan, di moment yang sama; Idul Fitri.

Akan sangat kurindukan segala keributan dan kegaduhan yang penuh gembira di sini. Tapi mimpi-mimpi indah di sana tak akan menunggu lama untuk segera diwujudkan, dan aku harus siap. Home, I’m gonna miss you.

Lamaran Kerja yang Tidak Diterima

Somehow, posisi strategic planner adalah pekerjaan idaman saya. Tapi setelah mengikuti beberapa panggilan interview, saya harus menerima bahwa gelar stratplan tidak mudah disandang oleh seseorang. Perlu banyak pengalaman kerja yang harus dilalui agar saya bisa menjadi seorang stratplan. Mas Daniel, sebagai atasan mbak Dila, mengatakan bahwa stratplan itu seperti dokter, untuk memperoleh gelar tersebut harus membutuhkan pengalaman kerja terlebih dahulu.

Dan, saya sama sekali tidak kecewa ketika mengetahui saya tidak diterima sebagai stratplan di JWT. Karena mbak Dila sangat menunjukkan respek dan kepeduliannya, bahkan kepada saya yang cuma lulusan S1 yang tak berpengalaman. Berbeda dengan agency lain, yang tidak memberi kabar sama sekali, mbak Dila justru mengirimkan email kepada saya, yang justru membuat saya semangat. Berikut isi emailnya:

Subject: Hi Inal
From: sandila.ekaputri@jwt.com

Hi Inal,

Thanks again for coming last week for a chit chat with me and Daniel. Your passion and ambition is such a great trait and it’s always good to have people like that around in any organization or community. A plus point is when you get to meet an aspiring planner. To me, that’s a gem :)

At the level where we are currently in, we feel that contribution from someone who has done Planning for at least a year would be valuable. Having said that, after a review together, we decided we might not be able to give the position in Planning to you right now.

However, if Planning is something you really want to pursue, I encourage you to start equip yourself with books about Planning. Learn from it. Get inspired from it. Practice from it. Learn as you go. Read lots of books about things, observe pop culture, watch movies, talk to different people, and relate it to Planning. It’s one of Planning’s best secret weapon.

I hope our paths would cross sometime in the near future but in the mean time, wishing you the best in your job hunt. Iris would be a good place for you to start Planning. But also consider big local agencies like Fortune etc. to expand your options.

Best regards,
Dila

Pertama yang saya rasakan memang sedikit kekecewaan, tapi membaca kalimat selanjutnya saya langsung merasakan sebuah semangat yang berkobar di dalam diri saya. Saya membalas email tersebut:

Subject: Re: Hi Inal
From: inalmuhammad@gmail.com

Halo mbak Dila,

I just read your message, such a great moment to meet you and Daniel, and thanks for the advice. I hope we can meet again in next opportunity :)

Warm regards,
Inal

Setelah itu saya masih sibuk di hadapan laptop mengirim lamaran kerja ke agency lainnya.

jazzzyone

In the Social Media Era…

jazzzyone:

 

Strangers are friends.

Friends are fans.

Enemies are followers.

Words speak louder than actions.

If many Like or REpeat it, then it must be right/true/valuable.

If people ignore it, then it must be wrong/false/worthless.

Funny and wrong > unfunny and right.

The copycat is a genius.

The creator is a hater.

Everyone’s a writer, pundit, critic, judge, philosopher, guru/life coach, photographer, model, actress, singer, rapper, musician, comedian, CEO, marketer, groupie.

If you agree with my point of view, then you’re awesome and we can be friends.

Agreement means that you’re a fan who deserves to share the spotlight.

Disagreement means that you’re a hater who deserves to be harassed and/or ignored.

If you don’t post a pic, then it didn’t happen.

If you don’t post, then you don’t exist.

#DigitalPR

image

Halo! Kenalkan namaku Inal, alumni  08, konsentrasi PR. Kesempatan yg luarbiasa skali diizinkan berbagi dgn teman2 :) 

Skg aku bekerja di salahsatu agency yg bergerak di bidang  bernama Talk Link

Talk Link menghandel bbrp brand seperti Acer, Java Jazz, Ponds, Samsung, Opera Browser, Electrolux, dll 

Grup bisnis Talk Link menjadi the 1st & the Only 1 Certified Google Analytic Partner in Indonesia 

Maka dr itu Talk Link berkiblat lgsug pd Google.Inc yg suka menyenangkan karyawannya dgn fasilitas2 yg disediakan perusahaan :D 

Oke, kerja Talk Link sendiri 70% bergerak di  dan 30% Conventional PR

1. Knp  ? Karena skg bnyak sekali media baru yg lahir, menyebabkan trjadinya perubahan pola konsumsi media pd publik

2. PR engage the journalist,  engage the audience, because in digital everyone is a journalist

3. Dulu PR hnya sekedar mndstribusikan release2 dan diterbitkan oleh media cetak  

4. Dulu PR hnya mengundang para reporter TV utk mengdakan peliputan seputar brand/perusahaan 

5. Dulu PR hnya mngadakn talkshow di bbrp stasiun radio  

6. Dulu PR hanya menggelar pressconfrence utk memperoleh media coverage sebanyak-banyaknya 

7. Skg media landscape berubah membuat bbrp paradigma PR perlu dimodifikasi, seperti pd gambar berikut 

image

8. Yg akhirnya menyebabkan workflow PR menjadi lebih kompleks dr sebelumnya, lihat gambar 

image

9. Skill yg dimiliki PR pun tdk sebatas relationship development aja, tapi harus punya skill ini juga  

image

10. Tp jgn khawatir, meskipun kompleks  pekerjaannya lebih menyenangkan drpd konvensional PR :D

11. Kamu yg rajin update status, suka kepo, sblum makan ada ritual foto2 makanan, punya byak akun socmed berarti kamu udah  banget

12. Namun setidaknya ada 3 hal yg perlu kamu perhatikan dalam , lihat gambar 

image

13. Dalam ber-storytelling,  biasanya menggunakan salahsatu dari tiga cara berikut:
14. So, should we switch to digital? Tidak, jika publiknya adalah msyrakat suku asmat, digital akan sangat useless 
 
15. Tp pertimbangkan: saat ini hotnews di media konvensional berkiblat pada digital media 
 
16. Gangnam style menjadi sangat hype di online, sebelum akhirnya menjadi liputan hangat di TV  
 
17. Sehingga audiens yg gak punya akses digital pun jadi tau ttg Gangnam Style 

18. Dunia PR itu luas banget, apalagi , jd kalo kamu lulus jgn jadi customer service bank lagi dong

Begitulah isi dapur  yg aku dpt dr pengalamanku yg masih cetek ini :D

Yang mau liat review kultwit ttg  di lain waktu, bisa liat arsipnya di sini: http://bit.ly/YnoVxB

Atau bisa juga download sharingku ttg  dlm format PDF di sini: http://slidesha.re/10zWdpy

Terimakasih banyak admin  atas ksmpatan yg diberikan utk sharing ttg  dan teman2 yg antusias utk menyimak :D

Another way to be the best is being different :)

Pengamen Sang Penghibur Jalanan (Antara Tebet dan Kebayoran Baru)

Halo, sekitar sebulan lebih beraktivitas di Jakarta aku ngerasa udah cukup banyak hal yang aku dapatkan, bahkan sebelum resmi bekerja banyak pelajaran yang bisa diambil apalagi dari crowdednya jalanan Jakarta. Di sini kendraan yang dipakai untuk kemana-mana adalah bus, dan biasanya waktu paling bentar duduk di bus itu 30 menit. Pasti bosan duduk bengong berlama-lama di bus tanpa ngapa-ngapain selain ngasih duit dua ribu ke kondektur. 

Untung ada pengamen, ya emang sih ada beberapa pengamen yang nyebelin, tapi gak sedikit juga pengamen yang baik. Paling gak mereka bawa gitar dan menyanyi dari satu bus ke bus lainnya. Di tengah-tengah kebosanan di kopaja atau metromini, aku mesti ngapain lagi, akhirnya kerjaanku jadinya mengamati pengamen-pengamen yang nyanyi di bus yang aku tumpangi. 

Beruntung, aku bertemu dengan beberapa pengamen yang menurutku berkualitas. Tau sendiri waktu di Malang, pengamen-pengamen kebanyakan nyanyinya gak niat, asal-asalan. Yang dengerin juga keburu bosen jadinya cepet-cepet ngasih receh, eh pengamennya langsung pergi, lagunya gak diselesin dulu kek. Beda dengan yang di bus-bus Jakarta nih, mereka biasanya nyanyi dulu lagunya sampai habis, bahkan ada yang sampai lima lagu sekaligus, terus mereka mengedarkan kantong plastik ke penumpang. 

Yang bikin aku lebih salut, mereka ngamennya lebih ‘niat’ daripada para pengamen yang aku selalu temui di Malang. Makanya, ketika aku merasa penat dengan suasana bus yang penumpangnya berhimpitan, pengamen datang dengan sangat menghibur. Ada beberapa momen lucu yang aku amati dari tingkah pengamen-pengamen ini. Suatu ketika pernah ada seorang pengamen menyanyikan lagu Ebiet, aku lupa judulnya, serius dia nyanyinya keren banget, aku benar-benar terhibur. Masuklah pada lagu kedua, si Pengamen rupanya membawa lagu bahasa Inggris, kalo gak salah judulnya Hotel California dari Eagles. Suaranya sih bagus, tapi liriknya asal-asalan, pengucapannya juga masih gak fasih, ya gak apa lah, tapi pas ada bagian lirik lagu yang lupa, si pengamen tetap aja ngelanjutin nyanyiannya dengan cuek dan melantunkan lirik yang sesuai versinya sendiri. Aku senyum-senyum sendiri memperhatikannya, hehe…

Kadang aku merasa gak cukup penampilan pengamen yang menyanyikan lima lagu dihargai dengan uang receh 500 rupiah. Tapi meskipun begitu, pengamen-pengamen baik ini menerima dengan ikhlas, bahkan yang gak ngasih pun dibalasnya dengan senyuman. Yang paling valuable menurutku, setiap mau turun dari bus, si pengamen  selalu mendoakan penumpang bus agar selamat sampai tujuan, gak kemalingan, dan hal-hal baik lainnya. Tapi masih ada juga yang gak mau menyisihkan recehnya untuk si pengamen yang sudah menghibur dan mendoakan kita selama di bus. Nah aku jadi berpikir, fasilitas ini gak akan kita temui di transportasi mewah lainnya, hehehe…..

First Impression: Strength and Weakness

Akhir-akhir ini aku suka mengamati beberapa kejadian di dunia maya, banyak fenomena-fenomena yang gak pernah terjadi sebelumnya, and it’s funny! Ada saja yang bikin orang jadi cepat terkenal di Youtube, gara-gara tingkahnya yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Aku gak ngomongin Sinta & Jojo ataupun Norman Kamaru, agak expired, hehe. Mari kita ngomongin trend yang lebih mendunia dan lebih ‘niat’ dalam menggarap karyanya, kayak Gangnam Style kali ya? Videonya di Youtube sudah dibanjiri jutaan viewers dan lagunya menjadi jawara di beberapa chart musik dunia. Padahal Psy (penyanyi lagu Gangnam Style) bukan artis Hollywood, dia adalah seorang Korea. Oke maklum, Korean wave everywhere. Tapi yang akan tidakkah kamu berpikir bahwa hal yang membuatnya menjadi booming adalah faktor first impression?

Kalo boleh saya berargumen bahwa Psy tampil di hadapan publik dengan kesan pertama yang sangat brillian. Cara ini sebenarnya sudah banyak dilakukan banyak orang, seperti Katy Perry yang awal kemunculannya tampil dengan lagu sensasionalnya I Kissed A Girl, kemudian ada Lady Gaga yang selalu berpenampilan nyentrik, LMFAO yang terkenal gara-gara shuffle dance-nya. Sekarang kemabli muncul di hadapan kita semua, Psy dengan Gangnam Style-nya. Satu kesamaan di antara mereka semuanya adalah mereka muncul dengan kesan pertama yang tidak mudah dilupakan oleh penontonnya.

Meskipun sama; tampil dengan kesan pertama yang tidak terlupakan, pada dasarnya mereka tetap bekerja keras, bagaimana penampilan mereka menjadi diingat terus dibenak audience. Dan aku akui mereka pada jago bikin kesan pertama yang oke, tapi apakah mereka bisa mempertahankannya pada kesan kedua, ketiga ataupun seterusnya? Memang ada yang bilang kesan pertama itu adalah penting, selanjutnya terserah anda, sejujurnya aku kurang setuju dengan pendapat ini? Sekarang gini deh, Katy Perry udah terkenal tapi lagu-lagunya apa masih sedemekian sensasional seperti lagu awalnya? Lady Gaga nyentrik, tapi sekarang udah ada Nicki Minaj? LMFAO, menurutku hanya bisa terkenal sampai di lagu Party Rock Anthem-nya, lagu lainnya biasa saja. Seperti ada penurunan, menurutku. Karena semua new comer (seperti Psy ini) berlomba-lomba untuk the best first impression.

Bakal diprediksi, hits-hits Psy lainnya gak bakal se-booming Gangnam Style. Kecuali dengan satu hal, dia harus bekerja dengan framework untuk memberikan the best first impression-nya pada lagu-lagunya selanjutnya. Ya, bahkan dia harus menganggap single pertamanya adalah kompetitornya bagi single keduanya. Jadi pada penampilan selanjutnya, Psy seharusnya bekerja lebih keras lagi untuk bisa tampil lebih baik dari penampilan pertamanya. Jangan pernah berpikir ketika kita sudah berhasil pada tahap pertama, maka akan mudah mengambil hati audience pada tahap-tahap selanjutnya, ingat kompetitor itu hukumnya kekal dan mereka selalu muncul dengan kesan pertama yang terbaik juga. Jadi jangan terlalu puas dengan first impression? Second impression, third impression, dan seterusnya harus dikerjakan dengan prinsip first impression.

plegmatissanguins

Sepotong sejarah Gorontalo Tercinta :)

plegmatissanguins:


Kekalahan Belanda oleh Jepang, pada Perang di Laut Jawa, membuatnya menjadi gelap mata. Gorontalo dibumi hanguskan yang dimulai pada tanggal 28 Desember 1941. Adalah seorang pemuda bernama Nani Wartabone (saat itu berumur 35 tahun) memimpin perjuangan rakyat Gorontalo dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo.

Bergerak dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, mereka bergerak mengepung kota Gorontalo. Hingga akhirnya Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah takluk pada pukul 5 subuh.

Dengan sebuah keyakinan yang tinggi, pada pukul 10 pagi Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Kantor Pos Gorontalo. Dan dihadapan massa yang berkumpul, ia berkata :

“Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Selanjutnya Nani Wartabone mengumpulkan rakyat dalam sebuah rapat akbar (layaknya peristiwa lapangan Ikada) di Tanah Lapang Besar Gorontalo untuk menegaskan kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan.

Namun sayangnya ketika Jepang mendarat di Gorontalo, 26 Februari 1942, Jepang melarang pengibaran bendera Merah Putih dan memaksa rakyat Gorontalo untuk takluk tanpas syarat kepada Jepang.

Kisah Nani Wartabone terlalu panjang untuk diungkapan, walau ia di masa Jepang mengalami patah semangat ketika Jepang tak mau diajak berkompromi hingga akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Suwawa dan hidup sebagai petani.

Saat kekalahan Jepang oleh Sekutu, Jepang bersikap lain. Sang Saka Merah Putih diijinkan berkibar di Gorontalo dan Jepang menyerahkan pemerintahan Gorontalo kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sementara rakyat Gorontalo baru mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1945.

Nani Wartabone memimpin Gorontalo untuk masa-masa kelam berikutnya, menghadapi pasukan Belanda yang membonceng Sekutu. Dalam sebuah perundingan di sebuah kapal perang sekutu pada tanggal 30 November 1945, Belanda menangkap dan menawannya. Ia dibawa ke Manado dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942 yaitu Proklamasi yang dibacakannya.

Namun di waktu yang berjalan, kekalahan sekutu mengubah nasibnya kelak. Ia kembali ke Gorontalo pada tanggal 2 Februari 1950. Nani Wartabone pada tanggal 6 April 1950 menolak RIS dan memilih bergabung dengan NKRI. Untuk beberapa waktu ia dipercaya sebagai kepala pemerintahan di Gorontalo, hingga Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selanjutnya ia memilih untuk kembali tinggal dan bertani di desanya di Suwawa.

Tapi itu juga tak berlangsung lama. Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Ia terpanggil kembali untuk melawan. Namun perlawanan tak seimbang, karena pasukan Nani Wartabone kekurangan persenjataan, hingga mereka memilih untuk bergerilya di dalam hutan, sekedar menghindar dari sergapan tentara PRRI/PERMESTA.

Pada bulan Ramadhan 1958 datanglah bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Bersama pasukan-pasukan dari pusat inilah mereka berhasil merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.


egopena

Di Balik Perayaan Ulang Tahun

egopena:

Berapa banyak dari kita yang menerima kado saat ulang tahun ?

Berapa banyak dari kita yang berharap mendapatkan surprise dari seseorang di hari ulang tahunnya ?

Sebenarnya untuk siapa kita merayakan ulang tahun ?

Sebenarnya untuk siapa kita meniup lilin dan melayangkan do’a kepada Tuhan di hari ulang tahun ?

Begini……

Dulu, beberapa jam sebelum kita dilahirkan dan menyapa dunia, siapakah gerangan yang mempertaruhkan hidup matinya untuk “membantu” kita menghirup oksigen untuk pertama kali ?

Ibu….

Ibu kitalah yang berjuang mati-matian di hari pertama kita, di hari yang kita jadikan sebagai “hari ulang tahun”. Lalu, apa sebenarnya makna di balik ulang tahun yang kita rayakan selama ini ?

Seharusnya, yang menerima kado ulang tahun adalah seseorang yang kita sebut Ibu / Mama / Bunda / Emak / Mami / dan sebutan lainnya untuk beliau yang telah melahirkan kita.

Beliaulah yang sepantasnya menerima surprise di hari spesial itu. Perjuangan beliaulah yang seharusnya kita rayakan. Do’a ungkapan syukur kepada Tuhan untuk beliaulah yang seharusnya dipanjatkan.

…..

Bagi yang berulang tahun, entah besok, lusa, minggu depan dan seterusnya. Rayakanlah ulang tahunmu untuk wanita terhebat di samping kalian selama ini. Beliaulah yang berulang tahun, bukan kita sebagai anak….

…..

Terima kasih Ma, terima kasih sudah melahirkanku, berjuang untukku, menggantungkan nasib di antara hidup dan mati untukku.

Tanpamu tak ada yang menulis tulisan ini

Tanpamu tak ada yang membaca tulisan ini

Tanpamu tak ada yang nge’like dan nge’reblog tulisan ini.

…..

Terima kasih Ma, selamat ulang tahun bagi yang merayakan…. :)